
WAMENA, ETOR DATA BLOG – Ini adalah sebuah instrumen kejahatan negara, penembakn masal terhadap warga sipil di pulau papua, Provinsi Papua Pegunungan lemba baliem.
Pada tgl 23 February 2023, Rakyat minta keadilan proses Hukum seadil-adilnya atas kasus penculikan seorang anak gadis (Papua) yang berusia 9 tahun, namun hal itu menjadi sebuah peristiwa yang berujung pada moncong senjata.
Baca Juga:
Konflik Di Papua Perlu Pendekatan instrumen Budayah Orang Papua Pegunungan
Kelemahan aparat keamanan negara di Indonesia Provinsi Papua, selalu mengedepankan prinsip secara emosional saat menghadapi setiap persoalan di Papua.
Pendekatan dalam perkara di lingkungan Masnyarakat mengunakan instrumen Hukum dan moncong senjata, maka hal itu berujung pada korban nyawa.
” Pendekatan persuasif melalu pendekatan Hukum adat budayah Masnyarakat Papua pegunungan dan adat budaya, Papua pesisir maka, suatu persoalan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat tak memakan korban jiwa”
Namun sejauh ini hal itu, pemerintah belum juga Memikirkannya dan menetapkannya untuk membawa suatu masalah melalu Hukum Masnyarakat adat, atau memecahkan masalah melalu tradisi Masnyarakat Papua pegunungan maupun pesisir.
Melihat dari setiap ketidak Adilan dan pelanggaran HAM di Papua adalah pemeliharaan, wacana negara terhadap Masnyarakat Papua berujung pada pemusnahan ras. Menurut analisa, dalam setiap proses peristiwa yang memakan korban dan kaburnya Hukum Negara atas Masnyarakat sipil.
Sejak Operasi Trikora dibentuklah di jogjakarta, hinga kini Papua bagian dari daerah operasi militer (DOM)
Hari ini Sabtu 25 February 2023 telah dimakamkan para korban yang meningal dunia akibat peristiwa wamena 23 February.
[ Pemakaman masal ]
