Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya, anggota DPR Provinsi Papua dari Dapil Nduga, Komnas HAM, Dandim Jayawijaya. Sudah berada di Lokasi kejadian bertemu langsung dengan Pihak Korban di Yomaima Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya, kemarin.
kehadiran tersebut untuk dapat segera menyelesaikan persoalan kejadian ricuh akibat isu penculikan anak di distrik Napua dan korban nyawa Masnyarakat Jayawijaya.
Pendekatan Pemerintah terhadap Masnyarakat, setelah usai kejadian, hal ini juga di nilai oleh Masnyarakat.
” Dimana pemerintah yang dimaksud Bupati dan para pihak anggota keamanan yang seharusnya segera menyelesaikan isu tersebut tanpa ada korban nyawa Masnyarakat sipil Jayawijaya ”
Namun hal itu terjadi dengan cepat menyebar , sulit diatasi tindakan anarkis yang menyerang para anggota keamanan kabupaten Jayawijaya. (*)
WAMENA,ETOR.DATA.BLOG – Seluruh keluarga Besar Papua Pegunungan lebih khusus Kota Wamena, Lembah Balim,, Kabupaten Jayawijaya saya mengajak, mari kita semua bersatu, untuk satukan pikiran dan tindakan dengan konsentrasi penuh memikirkan, apa penyebab utama dari kerusuhan penembakan pembunuhan dan seluruh kekacauan Kota Wamena selama John Ricard Banua bukan Putra Asli Lembah Balim Jayawijaya ini menjadi Bupati, selalu dan terus ratusan nyawa rakyat terus berjatuhan.
Kini sudah saatnya seluruh rakyat Lembah Baliem Jayawijaya untuk bersatu mengembalikan Kabupaten Jayawijaya ketangan Putra-Putri Asli Lembah Balim Jayawijaya sendiri.
Penembakan kerusuhan dan begitu banyak kematian dan kita terus kehilangan nyawa dan harta, darah dan air mata terlalu banyak tumpah secara sia-sia demi sesuatu yang tidak berarti, nyawa keluarga kita, nyawa manusia terus berjatuhan, mereka anak-anak muda, para pemuda, manusia Lembah Balim Jayawijaya terus berjatuhan terus menerus dan terakhir kerusuhan pasar Sinagma harus kita akhiri.
Semua kekacauan dan penembakan oleh aparat yang seharusnya melindungi rakyat malah sebaliknya, kita terlalu banyak kehilangan nyawa anggota keluarga kita ditangan militer, rakyat sipil tanpa senjata ditembak mati, gedung-gedung pemerintah dibakar massa, toko-toko dan ruko-ruko milik pendatang (urban) terus dibakar.
Semua bentuk kekacauan dan pembunuhan ini penyebab utama dan sebagai dampak buruk bisa terjadi dan terus berlangsung penyebab utama terutama disebabkan hari ini Jayawijaya ditangan orang Lembah Balim Jayawijaya.
Oleh sebab itu
Sudah saatnya pemimpin dan Kepala Daerah Jayawijaya harus dikembalikan ketangan putra terbaik anak-anak Putra Daerah Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya sendiri sebagai pemilik hak kesulungan sesuai semangat Otonomi Khusus Papua.
Saudara John Riicard Banua (JRB) sudah cukup membawa musibah, menyebabkan kerusuhan demi kerusuhan. Orang ini tidak boleh dibiarkan tetap manjadi Bupati Jayawijay dan terus membawa korban demi korban berjatuhan.
Hentikan dan keluarkan JRB dari kepemimpinan Jayawijaya hari ini juga karena dia terlalu sering membawa malapetaka, JRB sudah cukup menyebabkan terlalu banyak nyawa rakyat jadi korban sia-sia berjatuhan.
Kita terlalu sering dan terlalu banyak kehilangan nyawa keluarga untuk selama-selamanya, Bupati JRB membawa masuk kebodohan dan memilihara kebodohan dan keterbelakangan disaat Papua sudah Otonomi Khusus yang itu saatnya Kekuasaan Wajib ditangan Putra Daerah Lembah Baliem Jayawijaya sendiri.
Mari kita bersatu, sudah saatnya seluruh masyarakt Lembah Baliem dibantu oleh kelurga Seluruh Papua pegunungan wajib membantu mengusir kepemimpinan John Ricard Banua (JRB) dari Lembah Balim Kabupaten Jayawijaya sebagai Kabupaten induk dan kini Propinsi Papua Pegunungan.
WAMENA,ERIR.DATA.BLOG _ Jelas terlihat insiden ke insiden tidak mampu melakukan pendekan yg baik tapi pada masa kepemimpinan banyak memakan korban jiwa anak asli Papua di Wamena selama ini.
Kita butuh Pemimpin Orang Asli Papua yang mengerti budaya & hak dasar dan memiliki integritas yang tinggi. Selama ini hanya befokus pada Proyek ke Proyek, menurut Ustadz Ismail Asso.
Dan juga Masnyarakat Jayawijaya meminta agar Kapolres AKBP Hesman S. Napitupulu, SH, S.IK, MH dan Danton BKO Brimob Kabupaten Jayawijaya segera di copot jabatannya atau di mutasi segera. (*)