PAPUA,ETOR.DATA.BLOG– MasyaAllah, benar-benar pemimpin yang selalu memberikan kontribusi kerja nyatanya melalui program-program yang dijalankan terutama untuk umat muslim di Indonesia.
PAPUA,ETOR.DATA.BLOG– Kedekatan bu Mega & pak Erick Thohir ibarat kata seperti “Wong Kito” yang artinya persaudaraan jadi udah ga diragukan lagi kedekatannya.
PAPUA,ETOR DATA.BLOG_Dikutip dari halaman @facebook Erick Thohir ” Kami di BUMN terus mendorong pembangunan Jogja sebagai penopang pertumbuhan ekonomi, industri dan pariwisata di tengah Pulau Jawa.
Hari ini saya dan Pak Menko Mahfud MD bertolak ke Jogja untuk berdiskusi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X mengenai pengembangan ekonomi daerah yang bisa membuka lapangan kerja lebih banyak lagi. Bismillah” 🙏🏻
Erick Thohir Berenergi memajukan perekonomian Indonesia, Erick Masadepan Indonesia.
PAPUA,ETOR DATA.BLOG_ (Bayuwangi) II Ketua Panitia Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), Erick Thohir, memilih Banyuwangi sebagai lokasi dimulainya rangkaian Satu Abad NU. Ada alasan kuat mengapa Erick menjatuhkan pilihannya ke kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini, salah satunya aspek historis.
“Banyuwangi menjadi tempat bersejarah ditulisna Shalawat Badar oleh KH Ali Manshur,” ujar Erick soal Satu Abad NU di akun Instagramnya, @erickthohir, Selasa (10/1/2023).
Satu Abad NU Presiden Joko Widodo bersama Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU Erick Thohir (Ist)
Banyuwangi menjadi lokasi penyelenggaraan Shalawat dan Festival Tradisi Islam Nusantara, yang merupakan agenda pembuka dari peringatan Harlah Satu Abad NU. Rangkaian kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo.
Erick pun bersyukur mendapat amanah yang besar dan istimewa dai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia berharap penyelenggaraan Harlah ini bisa berjalan lancar.
“Alhamdulillah, bersyukur atas amanah yang diberikan PBNU kepada saya dan kami semua dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan Satu Abad Nahdlatul Ulama. Mohon doa agar semua berjalan dengan lancar sampai hari puncak. Aamiin,” ucap Erick.
Shalawatan dan Festival Tradisi Islam Nusantara dihadiri keluarga besar NU. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mengikuti acara.
Erick pun menjelaskan, festival ini merupakan wujud dari kiprah NU dalam menebarkan ajaran Islam sekaligus membangun peradaban. Salah satunya melalui jalur kebudayaan.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi suluh bagi generasi penerus Nahdlatul Ulama kini dan nanti, sekaligus menjadi penuntun menuju kemaslahatan serta kesejahteraan rakyat Indonesia.
NU terus berperan dalam membangun peradaban, bukan sekadar menyebarluaskan ajaran luhur (syiar) Agama Islam di Tanah Air. Satu Abad NU menjadi momentum bagi keluarga besar ormas Islam terbesar di Indonesia ini untuk terus menjaga tradisi keagamaan sebagai bagian dari kebudayaan Nusantara. (red)
NIAS_Setelah melewati prosesi adat bersama para tokoh dan masyarakat Nias, Erick Thohir diberikan gelar kebangsawanan Balugu Sangeri Banua yang bermakna ‘Pengayom Negeri’. Erick Thohir juga disematkan Marga Zebua. Nama keluarga terhormat yang juga berperanan penting dalam kebudayaan Nias.
Bagi Erick Thohir, ini bukan semata gelar yang menempel, tapi menambah kewajiban dan tanggung jawab untuk membawa Pulau Nias bangkit dari ketertinggalan dari daerah-daerah lain.
Seperti tradisi lompat batu yang terkenal, Erick Thohir berharap bisa membawa Nias melompat dari sisi ekonomi dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Yang paling penting, bagaimana pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi membangun Nias secara menyeluruh.