Tag: Jayawijaya

PPD Dan PPS 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya Belum Dibayar Honor Hinga Kini April 2023

Masa aksi di kantor KPU Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan



WAMENA – Masa yang tergabung dalam Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) senin 3 April 2023, mendatangi Kanto KPU Jayawijaya.

Masa aksi (PPD) dan (PPS) menuntut kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jayawijaya, untuk segera membayar honor. Setelah audience bersama PPD, PPS dan Komisioner di auditorium Minggu lalu terkait Honor, namun sampai hari ini belum ada kepastian nasip PPD dan PPS 40 Distrik.

Masa aksi dari PPD dan PPS dari 40 Distrik mendatangi Kantor KPU mempertanyakan langsung bagian Kesekretaritan, respon pihak kesekretariatan ” Penyusulan nama untuk penerbitan SK Kesekretariatan dari PPD kami sudah usulkan kepada Bapak Bupati Jhon Ricard Banua namun belum ada respon dari Bupati Jayawijaya”, menurut kesekretariatan KPU Jayawijaya.

Lanjut, Bupati mengatakan “Saya akan Lihat dulu daftar nama-nama yang telah di usulkan dari KPU pungkas bupati ” menurutnya

Kedua masa yang tergabung Pihak KPU dan PPD,PPS 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya, bersamaan mendatangi Kantor Otonom Wenehule Hubi untuk menemui Bapak Bupati, nanum sementara itu Jhon Richard Banua tak ada ditempat, ia keluar kunjungan ke Distrik Wita-Waya (Miami).

Ujar Sekda Jayawijaya Thommy M Mayor asal Serui itu, ” masa bisa dapat menunggu Bapak Bupati pulang dari kegiatan kunjungan ke distrik Wita -Waya, sementara bapak Bupati ada kegiatan disana”, Singkatnya

Setelah Bupati Jayawijaya mengetahui hal itu, usai kegitan ia buru-buru berangkat ke Jayapura, masa dikantor otonom mendengar keberangkatan bupati, dengan rasa kecewa kembali ke Kantor KPU dan adakan pertemuan singkat untuk Pemalangan Kantor KPU Jayawijaya.

Namun hal itu tidak terjadi pemalangan kantor KPU Jayawijaya, masa kasi PPD dan PPS memberikan Waktu kepada KPU agar dalam waktu dekat KPU segera upayakan Honor PPD dan PPS untuk dicairkan. (A/m)

Akibat Penyanderaan Pilot Susi Air Di  Ndugama Paro,  Wamena – Ilaga & Sementara Di Hentikan

Susi air

ILAGA– Penerbangan Komersial  Susi Air, sementara tidak melayani rute Wamena – Ilaga, hinga 8 Mei  2023 , akan  beroperasi lagi rute Wamena menuju Ilaga.

Dan begitu juga penerbangan rute Wamena-Ndugama, sementara dihentikan.

Baca Juga:

Sebanyak 42,12 PNS Akan Di Mutasi

Kepala Bandara Ilaga Herman Sujito, saat ditemui  pada Selasa (3/3/2023) di Puncak Ilaga bandara Amingaru, mengungkapkan,  Sementara untuk rute Wamena – Ilaga tidak dapat beroperasi,  sampai bulan mei mendatang, jelas singkatnya.

Namun sejauh ini penerbagan  maskapai Susi Air dengan rute Wamena-Ndugama ( Paro ), sudah dapat di operasi seperti yang di langsir kompas.com, manum sejauh ini belum di ijinkan oleh pihak bandara Wamena, itupun Wamena – Ilaga.

Adapun gabungan  anggota  Personel TNI/Polri  telah mengamankan  kedua bandara kabupaten Puncak Ilaga dan Ndugama Paro, namun maskapai penerbangan belum dapat beroperasi Wamena – Ilaga dan Wamena Nduga. (@Agus)

JHON BANUA, Pembawa Mala Petaka Bagi Masnyarakat (WMX), Banua Harus Mundur

Jhon Richard Banua (Bupati Jayawijaya)

WAMENA,ETOR.DATA.BLOG – Seluruh keluarga Besar Papua Pegunungan lebih khusus Kota Wamena, Lembah Balim,, Kabupaten Jayawijaya saya mengajak, mari kita semua bersatu, untuk satukan pikiran dan tindakan dengan konsentrasi penuh memikirkan, apa penyebab utama dari kerusuhan penembakan pembunuhan dan seluruh kekacauan Kota Wamena selama John Ricard Banua bukan Putra Asli Lembah Balim Jayawijaya ini menjadi Bupati, selalu dan terus ratusan nyawa rakyat terus berjatuhan.

Kini sudah saatnya seluruh rakyat Lembah Baliem Jayawijaya untuk bersatu mengembalikan Kabupaten Jayawijaya ketangan Putra-Putri Asli Lembah Balim Jayawijaya sendiri.

Penembakan kerusuhan dan begitu banyak kematian dan kita terus kehilangan nyawa dan harta, darah dan air mata terlalu banyak tumpah secara sia-sia demi sesuatu yang tidak berarti, nyawa keluarga kita, nyawa manusia terus berjatuhan, mereka anak-anak muda, para pemuda, manusia Lembah Balim Jayawijaya terus berjatuhan terus menerus dan terakhir kerusuhan pasar Sinagma harus kita akhiri.

Semua kekacauan dan penembakan oleh aparat yang seharusnya melindungi rakyat malah sebaliknya, kita terlalu banyak kehilangan nyawa anggota keluarga kita ditangan militer, rakyat sipil tanpa senjata ditembak mati, gedung-gedung pemerintah dibakar massa, toko-toko dan ruko-ruko milik pendatang (urban) terus dibakar.

Semua bentuk kekacauan dan pembunuhan ini penyebab utama dan sebagai dampak buruk bisa terjadi dan terus berlangsung penyebab utama terutama disebabkan hari ini Jayawijaya ditangan orang Lembah Balim Jayawijaya.

Oleh sebab itu

Sudah saatnya pemimpin dan Kepala Daerah Jayawijaya harus dikembalikan ketangan putra terbaik anak-anak Putra Daerah Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya sendiri sebagai pemilik hak kesulungan sesuai semangat Otonomi Khusus Papua.

Saudara John Riicard Banua (JRB) sudah cukup membawa musibah, menyebabkan kerusuhan demi kerusuhan. Orang ini tidak boleh dibiarkan tetap manjadi Bupati Jayawijay dan terus membawa korban demi korban berjatuhan.

Hentikan dan keluarkan JRB dari kepemimpinan Jayawijaya hari ini juga karena dia terlalu sering membawa malapetaka, JRB sudah cukup menyebabkan terlalu banyak nyawa rakyat jadi korban sia-sia berjatuhan.

Kita terlalu sering dan terlalu banyak kehilangan nyawa keluarga untuk selama-selamanya, Bupati JRB membawa masuk kebodohan dan memilihara kebodohan dan keterbelakangan disaat Papua sudah Otonomi Khusus yang itu saatnya Kekuasaan Wajib ditangan Putra Daerah Lembah Baliem Jayawijaya sendiri.

Mari kita bersatu, sudah saatnya seluruh masyarakt Lembah Baliem dibantu oleh kelurga Seluruh Papua pegunungan wajib membantu mengusir kepemimpinan John Ricard Banua (JRB) dari Lembah Balim Kabupaten Jayawijaya sebagai Kabupaten induk dan kini Propinsi Papua Pegunungan.

Hentikan JRB pembawa malapetaka Kabuoaten Jayawijaya.

SUMBER : Ismail Asso AP AI WEREK (Putra Asli) Lembah Baliem Jayawijaya

JRB (John Ricard Banua) Bupati Jayawijaya & Kapolres AKBP Hesman S. Napitupulu, SH, S.IK, MH Di Nilai Tidak Bertangung Jawab

Masnyarakat Jayawijaya

WAMENA,ERIR.DATA.BLOG _ Jelas terlihat insiden ke insiden tidak mampu melakukan pendekan yg baik tapi pada masa kepemimpinan banyak memakan korban jiwa anak asli Papua di Wamena selama ini.

Kita butuh Pemimpin Orang Asli Papua yang mengerti budaya & hak dasar dan memiliki integritas yang tinggi. Selama ini hanya befokus pada Proyek ke Proyek, menurut Ustadz Ismail Asso.

Baca Juga:

BREAKING NEWS: Situasi Kota Wamena Memanas

Dan juga Masnyarakat Jayawijaya meminta agar Kapolres AKBP Hesman S. Napitupulu, SH, S.IK, MH dan Danton BKO Brimob Kabupaten Jayawijaya segera di copot jabatannya atau di mutasi segera. (*)