JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengkritik safari politik yang dilakukan bakal calon presiden dari partai Nasdem, Anies Baswedan. Boni menilai langkah Anies Baswedan telah mencederai demokrasi elektoral.
“Pranata pemilu, dalam hal ini Bawaslu, harus mengambil sikap tegas dan melakukan evaluasi substantif, bukan sekedar evaluasi prosedural-administratif,” kata Boni di Jakarta, Jumat (16/12/2022).
Boni memang mengakui bahwa aturan kampanye berlaku bagi calon presiden yang sudah terdaftar resmi di KPU. Namun, kata dia, hal tersebut tidak membatasi yurisdiksi dan kewenangan Bawaslu untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh.
Apa yang dilakukan Anies Baswedan merupakan curi startkampanye secara gamblang dan agresif. Hal itu tidak hanya melanggar aturan Pemilu, tetapi juga berpotensi menciptakan pembelahan politik yang dini di tengah masyarakat,” tegas Boni.
Kecemasan terbesar kita adalah terjadinya konflik horizontal antara pendukung Anies Baswedan dan yang bukan pendukung,” imbuhnya.
Selain Bawaslu, kata Boni, Partai Nasdem sendiri juga perlu bersikap bijaksana dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai. Menurut dia, partai perlu menertibkan bakal capresnya supaya tidak melahirkan masalah bagi kepentingan umum.
“Salah satu tugas pokok partai politik adalah mengupayakan pencegahan konflik di tengah masyarakat. Partai Nasdem perlu merefleksikan tugas pokok itu,” imbuh dia.
Lenih lanjut, Boni mengatakan Bawaslu seharusnya tidak bisa berpatok hanya pada tafsir literal atas pasal-pasal dalam bab pengawasan pemilu dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait dugaan pelanggaran kampanye Anies.
Menurut dia, Bawaslu seharusnya menafsir setiap aktivitas politik berdasarkan motif, bentuk, tujuan, dan dampaknya bagi demokrasi.
“Kalau Bawaslu jujur dan mau berinisiatif untuk itu, tentu mereka dapat menjatuhkan sanksi pada bakal capres yang mencuri start kampanye,” pungkas Boni.
JAKARTA– Lembaga survei Indo Riset merilis simulasi tiga paslon capres di Pilpres 2024: Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ganjar Pranowo-Erick Thohir, dan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Dalam survei tersebut, apabil a Pilpres 2024 dilakukan sekarang, pasangan Ganjar-Erick akan unggul.
“Ini pasangan yang saya katakan existing hari ini, sering terdengarlah. Di sini kita lihat hasilnya, Anies-AHY 31,3%, Ganjar-Erick 37,5%, Prabowo-Cak Imin 25%. 6,3% mengaku tidak tahu atau tidak menjawab,” papar Direktur Indo Riset, Roki Arbi, dalam rilis survei bertema “Pemilu 2024: Capres dan Partai Mana yang Terkuat?” secara daring, Selasa (3/1).
Menurut Roki, berdasarkan hasil survei tersebut, belum Pilpres 2024 kemungkinan besar akan berlangsung dua putaran. Sebab, hingga saat ini belum ada capres yang punya suara di atas 50%.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Indo Riset telah merilis tiga survei elektabilitas capres: di bulan April 2022, Agustus 2022, dan Desember 2022. Jika dilihat dari ketiga periode tersebut, elektabilitas tertinggi hanya mencapai 37,1%.
“Kalau kita lihat dalam simulasi tiga nama capres: ada Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan. [Elektabilitas] Ganjar 37,1%, Anies 30,1%, dan Prabowo 27,5%. Kalau kita bandingkan, Pak Ganjar dan Anies mengalami peningkatan, sementara Pak Prabowo menurun,” tutup Roki.
Survei ini digelar pada April, Agustus, dan Desember 2022. Rilis-rilis tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.120 orang yang tersebar di 34 provinsi. Margin of error survei ini adalah 2,29% dengan tingkat kepercayaan 95%.
RIAU_LINTAS_KRIMINAL– Dalam hari – hari ini begitu viral berita tentang Erick Thohir sebagai kandidat Cawapres terkuat yang di rilis Poltracking Indonesia dan Charta Politika, Dikutip dari Lintas Krimil.co.id
Dalam temuan Poltracking, pada simulasi 20 nama calon wakil presiden menempatkan Erick sebagai yang tertinggi dengan elektabilitas 15,1 persen.
Di bawah Erick, menyusul Ridwan Kamil (14%), Agus Harimurti Yudhoyono (11,7%), Sandiaga Uno (9,2%), Khofifah Indar Parawansa (5,5%), Muhaimin Iskandar (5,3%), Puan Maharani (3,4%), Mahfud MD (2,9%), Andika Perkasa (2,5%), Airlangga Hartarto (1,9%), dan sejumlah nama lain dengan angka elektabilitas di bawah 1 persen.
Terpisah, survei Charta Politika Indonesia bertajuk “Catatan Akhir Tahun Tren Persepsi Publik dan Proyeksi Politik Menuju 2024” juga menemukan nama Erick Thohir naik signifikan sebagai calon Wakil Presiden potensial 2024.
Salah satunya ketika nama Erick Thohir disandingkan dengan Ganjar Pranowo sebagai Capres, 33,8 responden menyatakan mendukung pasangan ini.
Selain itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan nama Erick Thohir juga muncul dalam 10 besar kandidat Capres.
Jajak pendapat oleh Charta Politika ini dilakukan pada 8-16 Desember 2022 menggunakan metode tatap muka langsung dengan total sampel 1.220 responden. Margin of error survei ini sekitar 2,82 persen.
Selama yang saya ketahui, untuk kredibilitas Hanta Yudha dan Yunarto Wijaya sangat bisa terjaga dan lembaga mereka berdua termasuk lembaga survey yang sangat bisa dijadikan sebagai rujukan.
Kembali ke Erick Thohir, saya menilai memang sangat fenomenal, karena Erick ini tidak mempunyai mesin politik seperti partai atau mesin organisasi lainnya, namun saya memiliki analisa sendiri.
Sosok Erick Thohir merupakan ‘rising star’ dalam perpolitikan nasional, yang muncul sejak Pilpres 2019 lalu ketika menjadi Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf.
Kemunculan menjadi dirijen dalam tim besar itu, membuat banyak pihak mulai menyorot dirinya sebagai sosok pemimpin masa depan.
Dengan pengalaman sebagai pengusaha yang matang, Erick berhasil membuat TKN Jokowi-Ma’ruf bergerak efektif (saya menjadi bagian di dalamnya) dan mengantarkan Jokowi pada periode keduanya.
Memasuki periode kedua Jokowi, Erick Thohir mendapatkan kepercayaan menjadi dirijen juga dalam pembenahan BUMN, sebagai lumbung keuangan negara.
Erick berhasil membuktikan kinerjanya dengan beberapa langkah yang juga sangat efektif dan tepat sasaran dan BUMN memberikan kontribusi 1.198 T untuk negara, luar biasa.
Belum lagi soal pengungkapan korupsi Asabri, Garuda bahkan pembentukan holding-holding BUMN yang memiliki keterkaitan bidang dengan tujuan penyehatan dan memaksimalkan keuntungan, transformasi BUMN berjalan sukses.
BUMN pun memberikan kontribusi besar pada pendapatan negara.
Erick menjadi orang kepercayaan Presiden Jokowi, sehingga kemudian muncullah anggapan Erick dipersiapkan Jokowi sebagai penerus kepemimpinannya.
Saya pikir kedekatan dengan Presiden Jokowi itu lah yang menjadi faktor utama, lembaga-lembaga survey menempatkan nama Erick Thohir dalam simulasi mereka.
Dengan restu dan ‘tuntunan’ Jokowi, jalan Erick untuk berada pada lintasan kontestasi pilpres tentu terbuka lebar.
Menurut Hanta lagi, Suara dukungan untuk Erick Thohir juga datang dari 73,2% responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dari jumlah itu, 19,2 persen di antaranya menyatakan mendukung Erick Thohir sebagai Cawapres.
Para pemilih Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019, juga cenderung memilih Erick Thohir sebagai Cawapres. Sedangkan pemilih Prabowo – Sandi pada 2019, cenderung terbelah antara Ridwan Kamil dan AHY untuk cawapres 2024.
Selain itu menurut saya dengan kinerja Erick Thohir yang kinclong di Kementerian BUMN tentu membuat namanya menjadi santapan media, atau istilahnya ‘media darling’.
Dengan gaya dan style serta keberhasilannya dalam berbagai bidang, Erick seakan menjadi barometer kesuksesan bagi para milenial. Nama Erick Thohir melekat sebagai salah satu ‘icon’ standar kesuksesan, yang memberi inspirasi bagi kaum muda.
Dengan sendirinya, popularitasnya melambung yang tentunya tegak lurus dengan elektabilitas.
Secara elektabilitas sebenarnya potensi Erick bisa lebih kuat lagi, karena saat ini Erick belum menyasar ke seluruh Indonesia.
Erick juga dikenal dekat dengan warga Muhammadyah, Erick sempat diminta melakukan peletakan batu pertama di Muhammadyah Boarding School Ki Bagus Hadikusumo yang terletak di Jampang Kabupaten Bogor.
Sosok Erick Thohir yang luwes dan bisa menempatkan diri secara proporsional, membuat juga para Kiai-kiai NU dan santri NU merasa sangat dekat.
Erick menjadi harapan baru bagi mereka, untuk penguatan lembaga seperti pesantren dan badan-badan di struktural PBNU.
Kehadirannya menjadi bagian dari keluarga besar NU itu, dan itu menguat lagi setelah Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Panitia 1 abad NU.
Hasil kerja begini sudah pasti NU dan Muhammadyah bisa menjadi lumbung suara untuk Erick.
Dan yang menarik Erick berhasil menjadikan dirinya sebagai salah satu perwakilan NU atau representasi kader NU di kabinet, ini jelas berpotensi menyatukan jutaan suara itu untuk mengantarkannya ke kursi kepemimpinan nasional pada Pilpres 2024.
Masih ada satu lagi modal yang membuat nama Erick Thohir sangat layak untuk berada di jalur pacu pilpres, yakni kekuatan ‘amunisi dan logistik’ atau modal ke-ekonomian.
Sebagai seorang pengusaha sukses, tentu tidak ada yang membantah kalau Erick memiliki modal yang sangat cukup untuk bertarung pada kontestasi.
Pilpres di Indonesia tidak bisa dipungkiri membutuhkan biaya yang besar, apalagi bagi capres dan cawapres yang diharuskan menjangkau 514 kabupaten/kota.
Butuh modal yang kuat untuk bisa berakselerasi secara optimal, sosialisasi menjangkau ke seluruh masyarakat.
Menyediakan atribut, biaya tim pemenangan, biaya perjalanan sampai ke biaya saks, singkatnya political cost.
Hanya beberapa orang di Indonesia yang diyakini memiliki kesanggupan untuk modal tersebut dan salah satunya adalah Erick Thohir.
Dan sebagai penutup ada hal yang menarik untuk dilihat adalah baik Hanta Yudha maupun Yunarto Wijaya membuat simulasi yang hasilnya nyaris sama sebagai kandidat terkuat untuk menang itu jika pasangan nya Ganjar Pranowo dan Erick Thohir, yaitu 33,1% ( Poltracking ) dan 33,8% (Charta Politika), Jadi tidak salah jika Erick Thohir memang Fenomenal !
Papua– Provinsi Papua, Papua Tenga dan Papua pegunungan dan beberapa provinsi baru lainnya sebagai kunci pada pesta demokrasi capres wapres 2024 mendatang.
Sumbangsi pemilihan suara terbanyak di Indonesia salah satunya di wilayah Timur Indonesia. Suara pemilihan capres akan diberikan oleh daerah otonomi baru maupun provinsi induk Papua dan Papua Barat, kepada para calon presiden yang akan bersaing di pesta demokrasi 2024 mendatang.
Ketua DPW Erick Thohir (ETOR) Agustinus Mabel menyatakan, pihaknya akan terus mengontrol ke setiap relawan yang sudah di percayakan di 29 kabupaten yang sementara ini masih terus konsisten sosialisasi mengenai sosok figur yang patut kita memenangkan di pesta demokrasi 2024 mendatang, untuk membawa Indonesia ini lebih baik dan maju dalam erah persaingan global. Dari ke tiga provinsi Papua, Papua Tengah dan Papua pegunungan untuk terus optimis pada sasaran yang di dorong saat ini bapak Erick Thohir sebagai bakal calon presiden 2024 mendatang.” Ungkapnya.
Ia menambahkan juga, “Siapapun pemimpin yang akan maju di 2024 nantinya, kita patut mendukung untuk masa depan Indonesia bangsa dan negara, namun perlu kami melihat dari kinerja pemimpin kita, yang sudah terbukti dan teruji dalam kualitas mereka selama ini, layak disebut bapak bangsa Indonesia yang kita perlu mendorong dan memberikan suara”
Saya sangat optimis dan yakin sekali, kerja-kerja kami di lapangan merupakan target utama untuk kemenangan Pak Erick Thohir sebagai pemimpin muda,cerdas, berakhlak untuk Indonesia,” ungkapnya.
Kuncinya, rakyat lebih tahu siapa yang akan layak menjadi pemimpin 01-02 Negara, semua bakal calon sedang dilihat dari kinerja sebelumnya.
“Menyangkut Relawan ETOR di Tanah Papua, masalah ETOR di Papua pada tanggal 15 Agustus 2022, kami sudah deklarasi serempak dari 29 Kabupaten Provinsi Papua yang mewakili pengurus Relawan ETOR yang saat itu hadir ” katanya.
Relawan Erick Thohir
Dirinya kembali menegaskan, bahwa Relawan ETOR Papua murni hanya memberikan dukungan kepada Menteri BUMN itu, untuk maju dalam putaran Pilpres 2024 mendatang.
“Tidak bisa dipungkiri, ketika kita tahu sosok dan lebih mengenal Erick Thohir (ETOR), serta mulai populer sejak adanya Relawan ETOR di Kota Jayapura,” terangnya.
Pria asli Papua itu, memperingatkan kepada berbagai pihak, termasuk simpatisan yang baru terbentuk, di 29 kabupaten untuk menjaga persatuan.
“Yang terpenting kita mempunyai satu tujuan yang sama,” tegasnya.
Bahkan sebagai langkah konkret terkait pernyataannya tersebut, Agustinus mengajak, para simpatisan yang telah tergabung dengan paguyuban lainnya, agar dapat bersatu bersama. (Admin)